//
you're reading...
UNIK & MENARIK

[UNIK] Tradisi Pemakaman Langit di Tibet

Tradisi Pemakaman Langit di Tibet.

 

Setiap suku bangsa atau agama mempunyai cara masing-masing untuk menangani orang yang meninggal dunia.  Mulai dari mengurus mayat sampai dengan memakamkannya.  Sejarah agama mencatat bahwa pembunuhan pertama di dunia dilakukan oleh Qabil terhadap Habil (keduanya putra nabi Adam).  Setelah Habil terbunuh, Qabil kebingungan bagaimana cara untuk menyembunyikan mayat Habil.

Dalam salah satu versi cerita, Qabil melihat ada dua burung Gagak yang berkelahi sehingga salah satu burung Gagak mati terbunuh.  Lalu burung Gagak yang masih hidup, menggali tanah dengan paruhnya dan meletakkan burung Gagak yang mati ke dalam lubang tersebut dan menimbunnya lagi dengan tanah.  Jadi burung Gagak tadi mengajari Qabil untuk melakukan penguburan mayat Habil.

Di Indonesia, masyarakat sudah terbiasa melihat cara penanganan orang yang meninggal dunia dengan cara dikubur (agama Islam dan Nasrani), dibakar (agama Hindu), dan dikremasi (Budha / Kong Hu Cu).  Namun ada cara penanganan mayat yang akan membuat orang Indonesia terkejut melihatnya.  Cara tersebut terdapat di negara Tibet dan biasa disebut dengan pemakaman langit.

Pemakaman langit merupakan tradisi adat pemakaman yang dilakukan oleh bangsa Tibet.  Prosesi ini diawali dengan mendoakan mayat kemudian membawa mayat ke puncak gunung (makanya disebut pemakaman langit).  Dipilihnya puncak gunung adalah karena di sana adalah  tempat di mana banyak burung pemakan bangkai berada.

Di puncak gunung tersebut, si mayat tersebut ditidurkan dalam posisi telungkup, kemudian disayat-sayat tubuhnya.  Tujuannya adalah agar bau mayat semakin tersebar dan mengundang banyak burung pemakan bangkai datang. Burung-burung tersebut akan datang, lalu segera  mencabik-cabik dan memakan seluruh bagian tubuh mayat. Kadang-kadang bagian tulang juga ditumbuk halus dan dijadikan makanan bagi burung yang lebih kecil, seperti gagak. Kadang-kadang bagian tengkorak kepala si mayat juga dibawa pulang untuk dijadikan cangkir minuman.

sumber : dailymail.co.uk

sumber : dailymail.co.uk

Tradisi Pemakaman Langit di Tibet

Kemungkinan besar alasan di balik munculnya tradisi / adat pemakanan tersebut adalah terkait kondisi tanah di Tibet.  Kondisi geografis di Tibet yang bertanah keras, berbatu dan bersalju membuat bangsa Tibet sulit mencari lahan kuburan ataupun kayu bakar untuk kremasi. Oleh karena itu, cara pemakaman langit dengan mengundang burung-burung pemakan bangkai dianggap lebih praktis dibandingkan dengan dikubur ataupun dikremasi.

Tradisi pemakaman langit masih tetap ada sampai sekarang walaupun sudah tidak banyak lagi ditemukan.  Ada sebuah sekte dari agama Buddha di Tibet  terutama yang  masih percaya akan reinkarnasi, masih melakukan ritual pemakaman langit.  Tradisi pemakaman langit ini tidak dilakukan untuk semua mayat.  Tradisi ini tidak dilakukan untuk orang yang meninggal belum berusia 18 tahun, wanita hamil yang meninggal atau orang-orang yang meninggal karena penyakit menular dan berbahaya.

Puncak gunung tempat berlangsungnya prosesi ini dipercaya merupakan jalan masuk menuju nirwana. Mayoritas penduduk Tibet merupakan pemeluk agama Buddha, di mana pemeluk  agama tersebut percaya adanya reinkarnasi.  Oleh karena itu, jasad yang telah meninggal tidak ada mempunyai arti lagi dan pada akhirnya akan kembali ke alam, baik melalui burung pemakan bangkai ataupun diuraikan di tanah. Dengan demikian, metode ini dipercaya akan lebih mempermudah arwah orang yang meninggal untuk sampai ke nirwana, karena telah memberikan kemurahan hati bagi burung pemakan bangkai.

Tradisi pemakaman langit ini pernah dilarang oleh pemerintah China ketika China  komunis masih berkuasa di Tibet pada tahun 1960-1970, karena dinilai  sangat barbar dan keji, dan juga dianggap tidak menghormati mayat yang bersangkutan.  Namun pada tahun 1980-an pemerintah Tibet mengijinkan kembali tradisi ini untuk tetap berlangsung, karena bagaimanapun juga model ritual ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat,  walau sudah dilarang.

Bagaimana sahabat traveler? Tertarik melihat langsung tradisi pemakaman langit ini?

Sumber : wikipedia

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: