//
you're reading...
MY JOURNAL

[MY] Terkena Maju Mundur Jadwal Penerbangan

Tiket manual Citilink  Foto : dokumen pribadi

Tiket manual Citilink
Foto : dokumen pribadi

Terkena pe-mundur-an jadwal penerbangan pasti sudah sangat banyak penumpang yang mengalaminya.  Demikian juga pe-maju-an jadwal penerbangan, pasti banyak penumpang yang telah mengalami.  Kali ini kami akan sharing pengalaman terkena maju mudur jadwal penerbangan.  Tepatnya sih mundur maju.   Kami sudah mengalaminya sebanyak 3 kali.

Pertama dengan Lion Air di Semarang.  Jadwal penerbangan semula jam 18.40.  Ketika di ruang tunggu, ada pengumuman bahwa jadwal terbang diundur menjadi jam 20.00.  Lalu pas jam 20.00 lha kok ada pengumuman diundur lagi menjadi jam jam 23.30.  Di papan pengumuman elektroniknya sih ditulis “estimated” dan “perkiraan”. Saat itu semua penumpang Lion di ruang tunggu serempak berteriak huuu..  Tapi petugas Lion segera bergerak memberikan nasi kotak dengan lauk ayam goreng.  Diam deh jadinya… Takut keselek.

 

Terlihat ada 5 – 8 orang yang langsung berdiri dari duduknya setelah mendengar pengumuman tersebut.  Sebagian menuju ke meja internet. Mungkin mau beli tiket baru atau mengubah jadwal tiket pesawat lanjutannya, kami juga tidak tahu.  Ada juga yang berjalan keluar dari ruang tunggu.  Mungkin mereka mau cari makan malam atau tempat ngopi di teras luar gedung bandara.

 

Namun ketika jam 22.00 tiba-tiba ada pengumuman panggilan boarding kepada penumpang Lion.  Lho ini kan belum mendekati jam 23.30.  Kok sudah dipanggil untuk boarding? Wah jadi terbayang nasib beberapa penumpang yang tadi keluar meninggalkan ruang tunggu.  Mudah-mudahan mereka tahu perubahan jadwal terbang yang kedua ini.  Akhirnya pesawat take-off pada jam 22.30.

 

Pengalaman kedua adalah dengan Air Asia.  Saat itu sedang long weekend.  Jadwal terbang pesawat seharusnya jam 17.35 sore.  Pada pagi hari, kami  mendapat sms dari Air Asia yang mengingatkan agar berangkat ke bandara lebih awal supaya tidak terkena macet di jalan berhubung saat ini long weekend.

 

Isi smsnya hanya itu saja.  Tidak ada sms akan terjadi delay jadwal penerbangan.  Sesampai di bandara, segera baca pengumuman di papan elektronik. Ternyata pesawat baru akan berangkat jam 20.10 malam.  Wah tumben nih molor 2 jam lebih.  Biasanya Air Asia molornya 30 menit sd 60 menit saja.

 

Karena baru akan berangkat malam hari, kami memutuskan untuk makan malam saja di bandara.  Yang harganya masuk akal di airport ya ayam goreng si Kolonel Sanders. Cukup lama juga kami makan dan nongkrong di warung tersebut.  Sampai akhirnya tiba waktu Isya yang menggiring kami keluar dari warung sang kolonel. Masuk lagi ke bandara, kami sempatkan melihat papan pengumuman elektronik.  Ternyata tulisannya sudah beda lagi.  Kali ini tulisannya “Refreshment”.  Apa maksudnya saya belum paham. Penyegaran apa maksudnya ini?

 

Selesai sholat Isya, terdengar suara pengumuman yang minta seluruh penumpang Air Asia untuk masuk ke dalam pesawat. “Ah.. Itu nomor penerbangan saya.  Kok sudah ada panggilan boarding?”  Selesai Isya berarti sekitar jam 19.00 lewat. “Oohh… Baru kami ngeh maksud dari “Refreshment”.  Maksudnya adalah “perubahan jadwal”.  Aduh bego.. Tadi kami kira pilotnya sedang penyegaran dengan pramugari yang segar-segar itu. Hahaha..

 

Untungnya kami tidak keterusan berlama-lama di warung sang kolonel. Biasanya kami menunggu sampai 5 menit sebelum jadwal boarding. Kalau pesawat berangkat jam 20.10, maka waktu boardingnya adalah jam 19.50. Dan kalau kami baru masuk ke ruang tunggu jam 19.45, sudah pasti kami ketinggalan pesawat.  Oya suara panggilan boarding tadi tidak akan terdengar di warung sang kolonel karena tempatnya terpisah dari bangunan bandara.

 

Pengalaman ketiga dengan maskapai Citilink.  Kali ini lebih seru dan hampir dramatis. Iya hampir… Nyaris… Jadwal terbang pesawat semula adalah jam 18.20.  Nah saat check-in, mbak petugasnya ngasih tau bahwa terjadi delay dan pesawat akan terbang jam 20.10.  Dia juga menuliskan jam 20.10 tersebut di tiket kami.  Kami segera ke masjid untuk Sholat Maghrib lalu lanjut cari makan malam.  Jam 19.00 kami kelar makan dan keluar dari tempat makan untuk masuk lagi ke bandara.  Karena baterai hp low batt, kami memilih duduk di ruang tunggu di depan counter check-in untuk menge-charge hp.  Kalau di ruang tunggu boarding pasti tidak kebagian colokan listrik untuk nge-charge hp.  Target kami ngecharge hanya 20 menit.

 

Jam 19.20 kami cabut charger hp dan masuk ke ruang tunggu boarding.  Di dalam ruang tunggu saya sempat melihat papan pengumuman elektronik, saya lihat ada citilink yang berangkat jam 20.10.  Wah cocok dengan jadwal yang dibertikan mbak petugas check in tadi.

 

Mumpung masih ada waktu sebelum boarding, saya pun menuju musholla untuk Sholat Isya.  Di musholla sempat ngeluh dalam hati, pada pemuda yang melantunkan Adzan Isya. Astaghfirullah.. (kulo nyuwun pangapunten Gustii…)  Biasanya di musholla di ruang tunggu tidak pakai adzan, langsung iqomat saja lalu sholat.  Anak muda ini ber-adzan dengan lagu yang panjang-panjang.  Kami akui, suara dan bacaan adzannya bagus.   Tapi di tempat seperti bandara ini ataupun terminal, banyak penumpang yang punya kepentingan agar tidak ketinggalan pesawat (buru-buru).  Jadi tidak perlu dipanjang-panjangin adzannya maupun bacaan sholatnya.

 

Selesai sholat kami menuju ruang tunggu lagi dan ngecek papan elektronik lagi.  Pesawat Citilink jam 20.10 dengan kota tujuan yang sama masih ada di sana.  Iseng-iseng kami cek tiket.  Loh..!! Kok nomor penerbangannya beda.  Panic song (… Ready for a cheap escape, On the brink of self destruction, Widespread panic…).  Apalagi terdengar panggilan agar penumpang Citilink segera masuk pesawat.

 

Kami segera berlari-lari kecil ke meja petugas.  Kebetulan petugasnya sedang berbicara dengan satu  penumpang bapak-bapak. Kami pun nguping.  Bukan nguping sih, memang suaranya kedengeran.  Si bapak menanyakan penerbangannya. Tapi terdengar mbak petugasnya bilang “Bapak telat. Pesawatnya sudah berangkat.”  Si bapak nyanggah dengan santai. “Kok saya bisa telat, wong saya sudah di sini sejak jam 17.30.”  Mbaknya akhirnya bilang “sebentar ya pak, mau tanya ke atasan saya”.  Si mbak pun lari ke meja di pintu keberangkatan yang lain.

 

Saya kepo.  Nanya ke si bapak.  Bapak pesawat ke mana? Jawaban si bapak bikin kami melompat terkejut.. hahaha lebay.  Ternyata kota tujuan dan nomor penerbangan si bapak sama dengan kami.  Artinya kami juga ketinggalan pesawat dong.  Seharusnya sih gak ketinggalan.  Info dari petugas check in dan yang ditulis tangan di tiket kami, pesawat akan terbang jam 20.10.  Kami sudah di ruang tunggu jam 19.30.  Dan kami hanya melihat satu pesawat Citilink dengan kota tujuan yang sama di papan elektronik, meskipun ternyata nomor penerbangannya beda.  Tapi tidak ada pesawat Citilink lain dengan kota tujuan yang sama di papan elektronik tersebut.   Artinya pada jam 19.30, pesawat yang seharusnya kami naiki memang sudah terbang mendahului jadwal (20.10 WIB).

 

Kami segera berlari mengejar si mbak petugas di meja di pintu keberangkatan di sebelah untuk menyatakan perasaan.  Oops.. bukaan.. Untuk ngasih tahu bahwa kami punya kasus yang sama dengan si bapak tadi.  Kami tidak digubris karena si mbak sedang asyik berdiskusi dengan atasannya.  Lagi-lagi kami nguping ada perkataan “kita carikan seatnya dulu”.

 

Akhirnya si mbak dan atasannya berjalan kembali ke meja di pintu keberangkatan tempat si bapak menunggu.  Akhirnya kami punya kesempatan menyampaikan kasus kami ke si mbak. Dan setelah mengetahui ada seat yang masih kosong lalu diputuskan oleh mereka untuk boarding dan manifesnya diurus secara manual. Tidak lewat sistem maksudnya. Si mbak panik membuka laci meja dan membongkar kertas-kertas di dalam laci sambil berteriak di mana ya anak kambing saya.  Dia juga minta satu temannya untuk mengetik dan ngeprint nama kami dan si bapak di komputer untuk kepentingan manifes.

 

Akhirnya tangan si mbak keluar dari laci meja dengan memegang segepok kertas (mirip  karcis bus damri). Sambil menghela napas lega, si mbakpun menuliskan nama kami di kertas tiket manual tersebut lalu memberikan tiket tersebut kepada kami,  Kami dapat seat di kursi emergency.  Alhamdulillah akhirnya bisa terbang juga dan dapat selonjoran di kursi emergency.  Kami sangat mengapresiasi layanan dari Citilink ini.  Mereka mencarikan solusi. Bukan sekadar menjawab “tidak bisa.. tidak bisa..”.

 

Saran perbaikan dari kami kepada maskapai penerbangan, mbok ya kalau ada perubahan jadwal (baik maju ataupun mundur) tolong diberitahukan juga via sms.  Pengalaman dengan Batik Air, mereka selalu memberitahukan perubahan jadwal terbang yang lebih cepat dari jadwal sebelumnya lewat sms.  Itu untuk perubahan pertama sih. Saya belum ada pengalaman ada perubahan kedua dan ketiga dengan Batik Air.

 

Sedangkan saran saya untuk penumpang adalah :

  • Jangan tinggalkan ruang tunggu ketika terjadi delay.
  • Jangan percaya begitu saja dengan jadwal di papan elektronik.
  • Percayalah pada Tuhan Yang Maha Esa.

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: