//
you're reading...
MY JOURNAL, RUSSIA

[MY-RUSS) Melubernya Jamaah Sholat Id di Moscow

Melubernya Jamaah Sholat Id di Moscow.  Pada beberapa minggu lalu, kami mendengarkan ceramah di suatu masjid. Ustadz pembicaranya bercerita bahwa dia melihat video di internet bahwa jamaah Sholat Idul Fitri di Moscow sangat banyak. Bahkan saking banyaknya, jamaahnya sampai meluber ke jalan raya. Lalu beliau bilang bahwa apabila video itu benar berarti hal itu adalah kebangkitan Islam yang luar biasa. Bayangkan di Moscow, di negeri komunis atau atheis, begitu banyak jamaah Sholat Idul Fitri. Artinya banyak orang Russia yang berbondong-bondong menganut agama Islam.

Melubernya Jamaah Sholat Id di Moscow

Sholat Id di Moscow (sumber : ruanghati.com)

Ada nada kegembiraan dan reaksi yang (menurut kami) berlebihan / kurang proporsional. Seolah-olah jumlah penganut agama Islam di Russia berkembang pesat setelah komunis runtuh.

Tulisan ini sekadar menceritakan pengalaman pribadi kami yang sempat traveling sebentar ke Russia. Memang lebih tepat dan akurat apabila orang Indonesia yang pernah lama tinggal atau sedang tinggal di Moscow yang memberikan informasi mengenai hal tersebut. Tapi ya ada ungkapan “sampaikanlah ilmu walaupun hanya sedikit”, siapa tahu bermafaat bagi orang lain. Apabila informasi yang kami sampaikan tidak tepat ya silakan dikoreksi.

Jumlah penduduk Russia saat ini adalah sekitar 142 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk muslimnya mencapai 15% – 20% yang artinya adalah terdapat sekitar 21 -28 juta muslim di Russia. Dari 21 -28 juta orang muslim Russia tersebut, sekitar 1 juta muslim tinggal di Moscow.

Melubernya Jamaah Sholat Id di Moscow

Informasi pertama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa tidak ada perkembangan yang luar biasa terhadap jumlah penganut agama Islam di Russia. Penganut agama Islam di Russia kebanyakan adalah etnis / bangsa Dagestan, Tatar, Bashkir, Chechen, Adyghe, Ingush, Kabard, Karachai, Tajik, Uzbek dll. Bangsa-bangsa tersebut sejak jaman sebelum era komunis telah menjadi penganut agama Islam. Jarang sekali etnis Russia asli (Slavia, Ukraina, Belarussia) yang menganut agama Islam atau menjadi mualaf. Jadi sebenarnya jumlah penganut Islam hanya bertambah dari adanya kelahiran baru penduduk bangsa-bangsa tersebut. Bukan karena adanya banyak muallaf.

Informasi kedua yang ingin kami sampaikan adalah bahwa di Russia terdapat kebijakan bahwa warga negara-negara ex Uni Sovyet dapat dengan mudah tinggal dan bekerja di Russia. Misalnya dari Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistyan, Kazakhstan, Azerbaijan, Turkmenistan dll. Mereka masuk ke Russia untuk mendapatkan pekerjaan kelas dua di mana tidak ada orang Russia yang mampu atau mau mengerjakannya. Yaaa.. Russia menjadi pusat berputarnya uang yang menggiurkan bagi warga negara-negara ex Uni Sovyet. Jumlah tenaga kerja dari negara-negara tersebut belum masuk dalam hitungan dalam paragraf sebelumnya. Negara-negara ex Uni Sovyet yang saya sebutkan di atas adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Ketika kami masuk masjid di Russia, bahkan Moscow, sebagian besar yang beribadah memang dari etnis-etnis tersebut di atas.

Informasi ketiga yang perlu kami sampaikan adalah jumlah masjid yang ada di Moscow memang tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan jumlah muslim di Moscow. Jumlah muslim di Moscow sekitar 1 juta orang, sedangkan jumlah masjid di Moscow sekitar 5 buah masjid. Wajar bila jumlah jamaah pada Sholat Idul Fitri sampai meluber ke jalan raya. Apalagi masjid-masjid tersebut adalah masjid lama yang dibangun sebelum era komunis Uni Sovyet, sehingga yang ada bukanlah masjid besar dan daya otomatis tampungnya pun kecil. Pada tahun 2012, di Moscow sedang ada renovasi (dibongkar dan didirikan lagi yang baru) terhadap masjid utamanya yaitu Masjid Sabornaya atau sering disebut Masjid Katedral. Sebelum direnovasi, masjid ini hanya berkapasitas 1500 orang. Setelah renovasi akan dapat menampung 6000 orang. Info terakhir masjid ini akan diresmikan pada September 2015 ini (saat perayaan hari Idul Adha). Belum selesainya renovasi masjid juga menjadi alasan tambahan mengapa jamaahnya meluber ke jalan raya. Namun memang jauh sebelum masjid direnovasi, berita dan foto-foto di internet menginformasikan bahwa jamaah sholat Idul Fitri (dan Sholat Jumat) memang selalu meluber ke jalan.

Informasi keempat yang ingin kami sampaikan adalah bahwa pengaruh komunis yang berkuasa sekian puluh tahun di Uni Sovyet dan negara-negara ex Uni Sovyet sangat terasa. Pada era komunis, banyak masjid (dan gereja) ditutup dan muslim (dan penganut agama lainnya) dilarang beribadah di tempat terbuka. Hal ini berakibat ke kebiasaan beribadah generasi berikutnya. Melakukan Sholat 5 waktu dan Puasa Ramadhan seolah-olah bukan merupakan ibadah wajib lagi. Sebagian besar muslim di sana tidak melakukan Sholat 5 waktu dan Puasa Ramadhan. Itu adalah pemandangan yang biasa.   Seolah-olah yang menjadi ibadah wajib adalah Sholat Jumat dan Sholat Idul Fitri / Idul Adha. Oleh karena itu tidak heran bila pada saat Sholat Jumat ataupun Idul Fitri kaum muslim pria berduyun-duyun datang untuk beribadah di Masjid.

Sholat Jumat di Masjid (semi permanen) Sabornaya Moscow(Masjid utama sedang direnov) - foto dokumen pribadi

Sholat Jumat di Masjid (semi permanen) Sabornaya Moscow(Masjid utama sedang direnov) – foto dokumen pribadi

Informasi kelima yang ingin kami sampaikan adalah setelah komunis runtuh, muslim di Russia sudah dapat beribadah ke masjid dengan bebas. Cukup banyak masjid yang sekian lama ditutup pada era Uni Sovyet sekarang dibuka lagi. Sejumlah masjid barupun juga dibangun. Jadi sebenarnya yang menggembirakan adalah adanya kebebasan beribadah yang diberikan oleh Pemerintah Russia (dibandingkan dengan era Uni Sovyet), kesadaran muslim Russia untuk beribadah dan mempelajari agam Islam dan adanya pembangunan beberapa masjid di Russia.

Demikian 5 informasi yang perlu kami sampaikan tentang melubernya jamaah Sholat Idul Fitri di Moscow.  Bagaimanapun hal ini adalah berita yang menggembirakan.   Tetapi lebih baik kita berusaha proporsional dan tidak bergembira secara berlebihan dalam menanggapi informasi atau berita. Yang sedang-sedang saja, begitu kata Vetty Vera.

Apabila ada sahabat traveler yang mempunyai informasi yang lebih akurat, silakan memberikan tanggapan dalam kolom komentar. Apabila ada tulisan yang kurang berkenan dan informasi yang tidak tepat mohon maaf sebesar-besarnya.

Referensi :

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: