//
you're reading...
KYRGYZSTAN, MY JOURNAL

[MY-KYRGYZ] Rumitnya Mencari Alamat Hostel di Kota Osh, Kyrgyzstan

foto : hostelworld.com

foto : hostelworld.com

 

Salah satu tujuan perjalanan kami di Kyrgyzstan adalah ke Danau Song Kul. Sebenarnya Kul sendiri artinya adalah danau. Harusnya cukup disebut Danau Song atau Song Kul saja. Salah seorang teman menyarankan agar kami menghubungi CBT (Community Based Tourism) di Kyrgyzstan untuk mengatur perjalanan kami ke Song Kul karena tidak ada public transportation sampai ke Song Kul (kecuali menyewa taxi yang tentu sangat mahal duitnya).

Nah tulisan kali ini bukan tentang Danau Song Kul, tapi tentang kesulitan kami mencari alamat contact person CBT.   Sebenarnya pada hari sebelumnya, kami sudah mencoba menelepon CBT Osh namun tidak tersambung.  Tapi karena pengen ke Danau Song Kul dengan jasa CBT Osh ini, kami tetap memaksakan diri untuk mencoba mencari alamat CBT ini.   Kami berjalan kaki menuju kesana, karena pas lihat di peta, jaraknya tidak terlalu jauh.   Mendekati alamat yang dimaksud, kami jadi kecewa karena jalan menuju kantor CBT Osh sedang ditutup karena dibongkar untuk pembangunan fly over.  Saya pun tidak melanjutkan pencarian alamat CBT Osh.

 

Dalam buku Lonely Planet Central Asia disebutkan bahwa apabila kita tidak dapat menemukan CBT di Osh, kita dapat menghubungi Daniyar Abdurrahman, pengelola Osh Guesthouse. Namun lagi-lagi kami tidak dapat menghubungi nomor telepon Osh Guesthouse. Padahal nomor telepon Osh Guesthouse tersebut terdapat dalam Lonely Planet (edisi jadul sih, tahun 2010).  Belakangan kami diberitahu oleh Omat – pegawai di Osh Guesthouse bahwa ada beberapa angka kode area yang belum tercantum dalam buku Lonely Planet tersebut. Sedangkan nomor teleponnya tidak ada perubahan.

 

Keesokan harinya, kami coba melihat lagi peta kota Osh. Oh ternyata Osh Guesthouse ini terletak di dekat dengan tujuan perjalanan kami hari ini yaitu Jamay Bazaar dan Central Masjid.   Ok sekalian saja deh cari alamatnya kesana.  Kamipun segera nyari taxi di depan hostel. Kami tanya si sopir berapa tarif ke Central Masjid. Dia buka harga 150 Som. Kami menawar 100 Som.  Anehnya, dia tidak percaya kalau kalau menawar 100 Som. Bahkan setelah sampai di Central Masjid dan menerima uang 100 Som dari kami, dia masih tidak percaya dan terus tertawa kegirangan. Sial nih.. kami kemahalan nawarnya, harusnya tadi nawar 60 – 75 Som. Perhitungannya begini. Kalau naik mashrutka tarifnya 10 Som. Bila naik shared taxi tarifnya 20 – 25 Som. Taxi kecil ini bisa mengangkut 3 penumpang.   Bila taxi penuh maka pendapatan sopir ini adalah 60 – 75 Som. Jadi kami membayar harga yang mahal untuk taxi tersebut. Pantas dia kegirangan. Huh !

 

Setelah mampir sholat Dhuhur di Central Masjid, kami pun lanjut jalan kaki mencari alamat Osh Guesthouse.  Peta di Lonely Planet tidak menggambar semua jalan kecil menuju apartemen.  Alamat Osh Guesthouse ada di Apartemen 8, unit 48.  Setelah sempat beberapa kali kesasar, kami berspekulasi masuk jalan kecil seperti yang ada di dalam peta.   Dan… jalan kecil ini pun tidak ada namanya.

 

Kami teruskan berjalan kaki…  Dan ternyata jalan kecil tersebut menuju ke sebuah komplex apartemen tua.  Jalan yang ada di antara bangunan apartemen pun tidak ada plang nama jalannya.  Mau nyari Apartemen 8 bagaimana caranya? Biasanya di komplex apartemen, setiap apartemen ada tulisannya “Tower A” atau “Tower B” dst.  Di sini kami nyari-nyari tulisan Apartemen 8 tidak ketemu. Mungkin penyebabnya bangunan ini adalah apartemen peninggalan jaman Uni Sovyet.  Sudah tua dan tidak terurus. Tanaman yang ada di taman, di sekitar jalan dan di pinggir apartemen lebih tepat disebut semak belukar dibandingkan tanaman hias.

 

Bangunan apartemen dan situasi di sekitar apartemen juga sebelas duabelas… sangat mirip (tua, tidak terawat dan tidak ada petunjuk). Untuk orang yang baru pertama kali masuk lingkungan tersebut (seperti kami) pasti bingung. Sambil berjalan, kami terus memperhatikan apartemen yang ada di sebelah kiri kanan kami. Tiba-tiba saya melihat ada tulisan 8 dari cat pylox di sebuah pintu apartemen. Kami coba masuk, tapi kami lihat nomor pintu unit apartemen di lantai dasar sudah 58. Kalau naik pasti nomornya tambah besar. Kami coba memutari gedung apartemen ini, ternyata di belakang tidak ada akses masuk ke dalam apartemen ini alias tertutup pagar dan banyak semak belukar.

 

Bukan ini apartemennya… kami pun menyerah !!  Kaki kami sudah lelah dan lemas. Karena tadi kami telah jalan jauh dan kesasar pula.   Eentah kenapa, berpuasa Ramadhan di Osh ini membuat kami sangat lemas. Mungkin cuacanya sangat panas sehingga bikin dehidrasi.  Keringat banyak keluar, sementara tidak ada minuman yang masuk ke tubuh. Lemas… Itulah alasan kami tadi memilih naik taxi, meskipun jaraknya tidak jauh-jauh amat.

 

Kamipun memutuskan untuk kembali ke jalan utama dan pulang ke hostel, sambil tetap melihat apartemen di sebelah kiri kanan. Tiba-tiba kami membaca tulisan “Osh G.H.” di atas pintu suatu tower apartemen. Nah ! Selalu saja begini… Pada saat putus asa, selalu muncul keberuntungan..  Kamipun duduk sebentar di depan pintu tersebut.  Ngaso dulu sambil berteduh…  Ada beberapa laki-laki turun dari tangga dan keluar dari apartemen tersebut. Kami pun segera bertanya di mana letak Osh Guesthouse.  Dia bilang ada di lantai paling atas. OK raxmat (terima kasih)… kami pun segera naik ke atas.

 

Ini adalah pengalaman sulit ketiga kami saat mencari alamat suatu guesthouse atau hostel. Beberapa tahun lalu kami juga mengalami kesulitan mencari alamat hostel di Kazan, Rusia.  Padahal malam sebelumnya kami sudah menginap di situ hehe.. Kejadiannya mirip… hostel tersebut terletak di komplex apartemen tua yang serba mirip bangunan dan situasinya. Plang hostel dibuat kecil ukurannya, hanya bisa dibaca dari jarak 1 meter.

 

Demikian juga waktu mencari alamat hostel di Moscow. Lagi-lagi di sebuah apartemen. Tapi saat itu bukan di KOMPLEX apartemen. Tapi mirip satu ruko di pinggir jalan. Kami dan seorang backpacker cewek dari China sudah melewati tempat itu tiga kali tetapi tidak melihat ada tulisan suatu hostel.   Lalu kami bertanya kepada seorang pekerja bangunan yang badannya seperti raksasa yang sedang lewat.  Tingginya sekitar 190 – 200 cm.  Dia bilang alamat itu harusnya di sekitar sini. Tapi dia juga tidak menemukannya. Nama jalan dan nomornya benar tetapi tidak terlihat ada plang tulisan hostel di situ. Melihat belum ada titik terang, kamipun pamit dan lanjut mencari alamat hostel ke gedung di sebelahnya. Tiba-tiba si pekerja bangunan tinggi besar tersebut memanggil kami dan bilang alamat hostelnya benar di tempat yang tadi.   Ternyata tulisan hostelnya sangat kecil. Hanya bisa dibaca kalau kita berdiri di depan pintu. Dari jarak 2 meter? Tidak akan terbaca !!

 

Mencari alamat suatu hostel atau guesthouse di negara Rusia ataupun negara-negara ex Rusia itu sangat rumit sahabat traveler..  Bahkan bisa serumit mencari jarum di tumpukan jerami..

 

Tips:

  • Sesampai di kota tujuan, segera telepon pihak hostel / guesthouse untuk memandu anda (jadi anda harus beli sim card lokal dulu).
  • Atau ketika booking, anda minta pihak hostel menyediakan jasa jemputan dari airport atau stasiun atau terminal.

 

Bila ada Sahabat Traveler yang mempunyai pengalaman yang sama, silakan berkomentar di sini.. :)

 

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: