//
you're reading...
IRAN, MY JOURNAL

[MY-IRAN] Memanjakan Gadis Persia yang Cantik Jelita

Foto : www.independent.co.uk

Foto : www.independent.co.uk

“Busyett… akhirnya gue berhasil lolos dari HUNGER GAMES di gerbong khusus wanita komuter di Jakarta.”

Mata ini mau tidak mau sejenak berhenti karena tertarik membaca status seorang teman tersebut di media sosial. Tentu saja kami heran dengan status tersebut dan penasaran apa sebabnya sang teman tersebut membuat istilah HUNGER GAMES untuk menggambarkan keadaan di dalam gerbong khusus wanita di komuter Jakarta.

Hunger Games sendiri diambil dari judul film tentang permainan / game yang mempertaruhkan nyawa untuk bertahan hidup. Yang bertahan hidup paling akhir, dialah pemenangnya. Untuk itu para peserta diharuskan untuk membunuh peserta yang lain, meskipun terdapat salah satu atau beberapa temannya di antara peserta tersebut.

Bila digambarkan maka kondisinya adalah perjuangan untuk masuk ke gerbong komuter (harus mendorong sekuat tenaga agar bisa masuk dan tidak terjepit pintu gerbong), kemudian harus berdesakan untuk mencari pegangan tangan dan bertahan dari panasnya suhu gerbong di mana hembusan AC tidak ada artinya lagi. Belum lagi ketika mau turun dari komuter, perlu juga perjuangan yang berat lagi. Keadaan tersebut terjadi pada saat jam berangkat kerja dan jam pulang kerja.

Kondisi dalam gerbong wanita tersebut diumpamakan dengan perjuangan hidup atau mati layaknya film Hunger Games. Buat saya sih, karena di Indonesia istilah hidup atau mati itu kurang cocok. Yang cocok adalah merdeka atau mati..!! hehe…

Sebaiknya pihak pengelola komuter jangan terlalu berlama-lama membiarkan kondisi tersebut. Karena hal tersebut tidak akan membantu program Pemerintah Propinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan, yaitu dengan mengalihkan pengendara mobil pribadi ke angkutan umum massal (salah satunya ya komuter itu). Faktor kenyamanan adalah salah satu hal yang dapat mengalihkan pengendara mobil pribadi ke angkutan umum.

Jangan sampai adalagi pejabat yang ngomong “kondisi desak-desakan dalam komuter adalah hal yang pantas buat penumpang mengingat harga tiket komuter yang murah”. Pejabat macam apa sampeyan ini Pak!! Tidak ada solusi… Apalagi perbaikan dalam rangka continuous improvement.

Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah dengan melakukan benchmark / studi banding ke kota-kota di luar negeri tentang cara pengelolaan transportasi yang nyaman. Untuk menghemat uang negara, tidak perlulah pejabat-pejabat tersebut studi banding pergi ke luar negeri. Cukup perhatikan saja saran kami (woooiii… siapa elu???) Kami merasa pengelolaan subway di Teheran, Iran, dapat dijadikan contoh dan ditiru pengelola komuter di Jakarta.

Sebagaimana Jakarta, Teheran juga merupakan kota dengan jumlah penduduk yang padat. Kemacetan juga menjadi masalah yang dialami kota Teheran. Meskipun harus diakui bahwa kemacetan dan jumlah pengguna transportasi umum tidak sebanyak di Jakarta Demikian juga dengan moda transportasi kereta apinya, subway di Teheran juga menyediakan gerbong khusus untuk penumpang wanitanya.

Bila komuter di Jakarta menyediakan dua gerbong khusus wanita di gerbong paling depan dan paling belakang, maka pengelola subway di Teheran bertindak lebih baik dalam menyediakan kenyamanan bagi penumpang wanita. Subway di Teheran menyediakan tiga gerbong khusus wanita. Satu gerbong di paling depan dan dua gerbong paling belakang. Tidak cukup sampai di situ, di setiap gerbong disediakan 1/3 bagian untuk penumpang wanita. Diberikan pagar dari kaca untuk memisahkannya dari area pria. Apakah wanita hanya boleh menempati gerbong khusus wanita? Ternyata tidak…. Seperti di Jakarta, para wanita bebas saja masuk dan duduk di gerbong pria.

Gimana para wanita di sana tidak nyaman coba? Kalau di sepak bola ada Total Football ala Belanda yang memanjakan mata penikmat olahraga sepak bola. Di subway Teheran ada Total Service dari Pemerintah Iran untuk Memanjakan Gadis Persia yang Cantik Jelita.

Penumpang bebas dari keadaan berdesak-desakan, yang ini artinya mendapatkan kenyamanan. Dan pastinya mereka bebas dari pelecehan seksual maupun tukang copet. Artinya keamanan mereka terjamin. Bila kenyamanan dan keamanan di alat tarnsportasi umum massal terjamin, maka pemilik kendaraan pribadi tidak akan ragu untuk beralih ke transporasti umum.

Makanya kalau naik subway di Teheran, jangan heran Sahabat Traveler akan banyak menjumpai gadis-gadis Persia yang cantik jelita itu. Yaa… salah satu alasannya adalah orang-orang kaya di Teheran tidak segan untuk naik transportasi umum. Nah… anak-anak gadis orang-orang kaya tersebut juga ikut-ikutan kebiasaan orang tuanya naik transportasi umum.

Ah… Tapi sejak lahir gadis-gadis Persi memang sudah cantik kok… Anak orang kaya maupun bukan. Hehe… Disclaimer : ini adalah pengalaman penulis, apabila ada yang mempunyai pengalaman yang berbeda dengan tulisan ini, itu adalah hak mereka..

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: