//
you're reading...
MY JOURNAL, SRILANKA

[MY-CEYLON] Priority Seat di Sri Lanka

foto ilustrasi : shutterstock.com

foto ilustrasi : shutterstock.com

 

Konon, negara Inggris adalah negara di Eropa yang paling menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Seorang teman pernah bercerita (karena saya belum pernah ke inggris), di public transportation, orang tua dan wanita hamil mendapatkan pertolongan atau perlindungan yang maksimal. Misalnya ada wanita hamil yang akan naik bus tapi wanita tersebut berjalan sangat lamban, lalu sopir bus menjalankan busnya meninggalkan wanita hamil tersebut, maka seluruh penumpang bisa berteriak memarahi sopir bus tersebut.

Di Indonesia, terutama di Jakarta, ternyata ada juga loh kebiasaan semacam itu. Di bus Trans Jakarta (yang warna oranye) terdapat ruangan khusus bagi wanita, yaitu di bagian depan bus. Selain itu juga terdapat priority seat untuk orang tua dan wanita hamil di dekat pintu bus. Di Commuter Line terdapat 2 gerbong khusus bagi penumpang wanita yaitu di gerbong paling depan dan paling belakang. Juga terdapat priority seat bagi orang tua dan wanita hamil di dekat pintu Commuter.

Bila di Inggris terdapat kebiasaan seperti itu, saya mengira semua negara-negara persemakmuran Inggris pasti mewarisi kebiasaan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan tersebut. Namun ternyata saya keliru.

Di Sri Lanka, ketika saya naik bus antar kota (dari Polonaruwa ke Kolombo) terdapat kejadian yang membikin saya merasa tidak enak. Ketika itu saya naik bus yang semua tempat duduknya sudah terisi. Jadi terpaksa saya berdiri, dan it is ok buat saya meskipun perjalanan akan ditempuh dalam waktu 6 – 7 jam.

Tidak lama kemudian, sekitar 5 menit setelah saya naik, si kondektur memerintahkan seorang gadis remaja agar segera berdiri dari tempat duduknya dan menyuruh saya untuk menempati tempat duduk si gadis tersebut. Saya diam saja, tidak bergerak. Si gadis sudah berdiri dan bergeser menjauhi tempat duduk. Kembali si Kondektur menyuruh saya agar duduk.
Saya segera bilang kepada si gadis tersebut, kamu duduk lagi saja, biar saya yang berdiri. Namun dia hanya menggelengkan kepala (di Sri Lanka menggelengkan kepala berarti mengangguk, sama seperti di India). Dia tetap berdiri. Saya tanya lagi kenapa kamu tidak mau duduk lagi. Eh dia menggelengkan kepala lagi. Saya tanya lagi kamu turun di mana? Dia menyebut suatu nama daerah yang saya tidak paham dia menyebut daerah mana. Pusing nih pala barbie.. Karena tetap tidak mau duduk lagi, akhirnya dengan “terpaksa” saya pun menempati kursi yang ditinggalkan si gadis tersebut (dengan perasaan tidak enak). Tapi semua penumpang bus tersebut cuek-cuek saja. Mereka tidak memprotes sikap kondektur yang menyuruh si gadis remaja tadi berdiri dari duduknya.

Ternyata 5 menit kemudian si gadis remaja tadi turun bus bersama ibunya. Saya baru tahu, bahwa si kondektur menyuruh si gadis berdiri karena bus sudah dekat dengan tempat tujuan si gadis. Tapi hal ini masih terasa aneh bagi saya karena di Indonesia tidak akan ditemui kejadian seperti itu. Di bus yang sama, 4 jam kemudian, penumpang makin banyak. Banyak juga wanita-wanita yang naik bus. Para pria yang duduk di isle (gang bus) dekat wanita yang berdiri tersebut, tidak ada satupun yang bangkit dari kursi dan mempersilakan wanita tadi untuk duduk menggantikan mereka. Dan hal itu normal-normal saja di Sri Lanka.

Namun budaya mempersilakan orang duduk menempati kursinya baru terlihat ketika ada bhiksu Buddha yang naik bus. Ternyata di Sri Lanka, bhiksu Buddha memang mendapatkan priority seat di belakang sopir. Di belakang sopir bus terdapat kursi yang berisi 3 orang. Dan yang bangkit dari duduknya dan memberikan kursinya kepada bhiksu tadi adalah laki-laki yang duduk dekat jendela.

Ternyata memang lain ladang lain belalang. Kebiasaan orang Inggris memberi tempat duduk kepada wanita tidak berlaku di Sri Lanka yang notabene adalah anggota negara persemakmuran Inggris. Di Sri Lanka, kebiasaan penghormatan lebih ditujukan kepada pemuka agama, di mana para Bhiksu mendapatkan prioritas tempat duduk di moda public transportation.

Bagaimana sahabat traveler? Ada yang mempunyai pengalaman yang mirip dengan saya?

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: