//
you're reading...
MY JOURNAL, SRILANKA, TIPS & TRICK

[MY-TIPS-CEYLON] Modus Tuk Tuk Scam di Kolombo Sri Lanka

Bagi sahabat traveler yang berencana mengunjungi Sri Lanka, ada satu hal yang harus anda waspadai di Kota Kolombo (ibukota Sri Lanka), yaitu Tuk Tuk / Bajaj Scam. Scam ini sudah sangat sering terjadi pada turis-turis di Kolombo.  Silakan simak artikel Modus Tuk Tuk Scam di Kolombo Sri Lanka berikut ini.

Kami sudah mendengar scam ini sebelum berangkat ke Sri Lanka. Dan mendengar langsung cerita turis Malaysia yang satu kamar dengan kami di dorm Hotel di Kolombo yang juga mengalami scam tersebut. Bahkan turis Malaysia tersebut bercerita bahwa di kamar dorm yang kami tempati, ada 2 orang turis lainnya dari Eropa yang juga mengalami scam yang sama. Artinya, modus operansi scam ini sama persis.

Berikut akan kami sharing modus operandi Tuk tuk / Bajaj Scam di kota Kolombo.

  1. Anda berjalan kaki di jalanan umum di Kolombo (terutama di dekat terminal ataupun stasiun kereta).
  2. Lalu anda bertanya alamat kepada petugas terminal / polisi / orang kantoran yang anda percaya dapat memberikan informasi yang benar.
  3. Atau anda tidak bertanya kepada petugas tersebut di atas, tetapi anda terlihat sebagai turis yang baru pertama kali datang di Kolombo (apalagi sendirian).

  1. Akan ada orang lain (satu orang lelaki lokal) yang memperhatikan anda.
  2. Selesai anda bertanya alamat, orang lokal tersebut akan mendekati anda dan bersikap sok kenal sok dekat.

6.  Yang kami maksud sok kenal sok dekat adalah sebagai berikut :

  • Orang lokal ini akan memperkenalkan diri sebagai guru (bila sebagai guru sejarah, dia akan menawarkan diri menunjukkan tempat-tempat bersejarah di kota Kolombo). Memperkenalkan diri sebagai resepsionis hotel A (bila anda menyebutkan menginap di hotel A dan mau pergi ke suatu tempat wisata). Atau sebagai mahasiswa yang ingin ngobrol dengan turis asing.
  • Orang lokal ini juga akan memuji negara Indonesia dan ingin tahu banyak tentang Indonesia (setelah tahu anda berasal dari Indonesia). Topik yang paling sering digunakan adalah “Tsunami” karena orang lokal ini tahu bahwa Indonesia adalah korban utama bencana tsunami tahun 2004, sementara Sri Lanka juga menjadi korban tsunami yang sama.

  1. Dan lain-lain modus sok kenal sok dekat sehingga kecurigaan anda akan hilang dan menjadi percaya kepada orang lokal ini.
  2. Orang lokal ini menawarkan bantuan menunjukkan alamat yang anda cari. Orang ini juga akan bilang dia tidak minta bayaran.
  3. Setelah anda percaya dan berjalan bersama, anda akan dibawa ke tempat-tempat bersejarah atau tempat penting (gereja / masjid / pagoda / menara jam dll) dan menjauh dari alamat yang anda cari.

  1. Setelah jauh, orang lokal ini akan bilang bahwa alamat yang dicari masih jauh dan mereka mengusulkan untuk naik bajaj saja agar cepat sampai. Kurang ajarnya, orang lokal ini akan langsung mencegat bajaj yang lewat.
  2. Anda akan diajak masuk bajaj tersebut. Anda akan seperti dihipnotis dan menurut saja untuk naik ke bajaj tersebut.
  3. Setelah sampai lokasi alamat yang anda cari (setelah diputar-putar oleh sopir bajaj selama 10 menit), maka orang lokal ini akan turun dan menyuruh kita membayar ongkos bajaj tersebut.

  1. Kalau anda bertanya berapa ongkosnya, orang lokal tersebut akan langsung meneruskan pertanyaan kepada sopir bajaj.
  2. Sopir bajaj akan memberi harga setara Rp. 350 – 400 ribu hanya untuk 10 menit perjalanan (Catat ! tarif bajaj di kota selain Kolombo di Sri Lanka untuk perjalanan sekitar 10 menit cuma setara Rp. 30 ribu).
  3. Orang lokal ini tidak akan membantu menawar harga dari sopir bajaj tersebut (padahal anda berharap orang lokal ini akan membantu negosiasi harga dengan sopir tersebut).

  1. Kalau anda protes kemahalan, orang lokal tadi dengan santainya akan menjawab “This is Kolombo !”.
  2. Kalau anda protes tidak mau bayar karena yang mencegat bajaj bukan anda, orang lokal tersebut akan menjawab “Tapi saya hanya membantu anda mengantar ke alamat yang anda cari, jadi anda yang harus bayar”.
  3. Kalau anda berani ambil resiko (berurusan dengan Polisi karena bikin keributan), tetap ajak debat dan maki-maki orang lokal dan sopir bajaj tersebut. Lalu bayar saja setara Rp. 30 – 40 ribu.
  4. Kalau anda tidak berani ambil resiko, sebagaimana saran turis Malaysia yang sekamar dengan saya. Bayar saja setara Rp. 100 ribu. Karena dengan harga tersebut mereka sudah untung 2 – 3 kali lipat.

Kami yakin bahwa orang lokal dan sopir bajaj tersebut akan bagi hasil setelah anda membayar ongkos bajaj dan pergi meninggalkan mereka. Dan kami menduga bahwa hal ini sudah menjadi kesepakatan / rahasia umum di antara orang lokal dan para sopir bajaj di Kolombo.

Mengapa kami menduga seperti itu?? Karena turis Malaysia dan 2 orang Eropa yang terkena scam ini, sama-sama dikenakan tarif yang sama persis dengan kami yaitu setara Rp. 300 – 400 ribu.

Bagaimana sahabat traveler, anda pernah mengalami hal yang sama?

Terima kasih sudah membaca artikel Modus Tuk Tuk Scam di Kolombo Sri Lanka.  Semoga bermanfaat !!!

Discussion

2 Responses to “[MY-TIPS-CEYLON] Modus Tuk Tuk Scam di Kolombo Sri Lanka”

  1. Menyedihkan yah, Sri Lanka yang konon masyarakatnya sangat ramah dan jujur dengan tindak kriminalitas rendah, juga sudah ada oknum yang melakukan penipuan ini. Penipuan jenis ini sudah lumrah terjadi di Bangkok.

    Posted by Hendrik | October 7, 2016, 12:37 PM
    • Terima kasih Mas Hendrik sudah berkunjung ke situs ini dan memberi komentar. Maaf baru sempat membalas.

      Pengalaman scam tersebut hanya terjadi di Kolombo. Di kota lain di Srilanka kami tidak mendapat pengalaman scam spt itu.

      Posted by the traveler post | November 11, 2016, 8:02 AM

Leave a Reply to the traveler post Cancel reply

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: