//
you're reading...
KYRGYZSTAN

[KYRGYZ] Legenda Burana Tower di Kota Tokmok, Kyrgyzstan

foto : agustinus wibowo

foto : agustinus wibowo

Kyrgyzstan mempunya arti tanahnya bangsa Kyrgyz. Suatu suku bangsa yang hidupnya nomaden. Berpindah-pindah tempat sesuai dengan musim. Karena sifatnya yang nomaden (berpindah-pindah), mereka tinggal dalam sebuah tenda (yurt). Mereka mempunyai caravan, kuda dan hewan ternak berupa kuda, sapi atau kambing sebagai hewan peliharaan yang mereka gembalakan dari padang rumput yang satu ke padang rumput yang lain. Mereka tidak membangun rumah permanen yang terbuat dari batu kali maupun batu bata.

Oleh karena itu sangat jarang ditemukan peninggalan arkeolgi berupa banguan berarsitektur indah dan megah sebagaimana negara tetangga mereka, Uzbekistan. Nah konyolnya, kami pergi ke Kyrgyzstan dengan salah satu agenda untuk melihat peninggalan arkeologi bangsa Kyrgyz. Tentu saja tidak ada… ūüėÄ

Namun, kami mendapat informasi bahwa di bagian selatan Kyrgyzstan terdapat peninggalan arkeologi bangunan berupa menara. Kalau di negara-negara Asia Tengah biasa disebut Minaret. Menara ini bernama Burana Tower.  Oya, walaupun Burana Tower ini terletak di negara Kyrgyzstan, tetapi bangunan ini bukan peninggalan bangsa Kyrgyz.  Bangunan ini adalah peninggalan Bangsa Uzbek yang pernah berkuasa di wilayah Kyrgyzstan sekarang.  Saat ini bangsa Uzbek adalah etnis yang jumlahnya paling banyak ke-2 di Kyrgyzstan.

Burana Tower ini terletak di kota Tokmok, tepatnya 10 km ke arah selatan dari ibukota Kyrgyzstan yaitu Bishkek.  Kami naik minibus dari salah satu terminal di Bishkek, dan sesampai di Tokmok, kami harus naik taxi karena tidak ada angkot menuju Burana Tower.   Kami melewati pedesaan yang sepi dengan sawah-sawah di tepi jalan desa. Menara ini mempunyai ketinggian sekitar 25 meter.  Menara ini dipercaya hanyalah bagian dari sebuah menara kuno yang sangat tinggi pada zaman dulu (tinggi aslinya sekitar45 meter).

Menurut cerita legenda di desa tersebut, menara ini dibangun oleh seorang Khan (penguasa wilayah Kyrgyzstan-Uzbekistan zaman dulu). Dia memiliki seorang putri yang cantik jelita yang bernama Monara. Dia sangat mencintai dan mengasihi putrinya ini dan bertekad melindungi si putri dari godaan pemuda-pemuda lokal.

Suatu ketika sang Khan, mengundang semua peramal di negaranya dan meminta agar mereka meramalkan masa depan si putri Monara tercinta. Semua peramal menyampaikan ramalan masa depan yang bahagia sang putri.¬†Kecuali ada satu peramal bernama Aksakal yang meramalkan bahwa masa depan sang putri akan berakhir¬†menyedihkan. Si peramal ini berkata ‚ÄúSaya hanya bisa menyampaikan kebenaran meskipun Tuan Khan mungkin menghukum mati saya untuk itu. Ada salah satu nasib putri Tuan yang menyedihkan. Dia tidak akan mencapai ulang tahun keenam belas karena akan ada laba-laba hitam beracun yang akan menggigitnya dan dia akan segera meninggal akibat gigitan itu.”

Sang Khan marah mendengar ramalan itu, tetapi dia tidak berani mengabaikan ramalan tersebut. Lalu sang Khan membangun sebuah menara yang tinggi dan putrinya ditempatkan dan diisolasi di bagian atas menara tersebut. Sedangkan si peramal dipenjara di sebuah ruangan kecil di bagian bawah menara.

Putri Monara tumbuh dewasa di atas ruangan menara, yang menghadap ke lembah melalui empat jendela sehingga dapat melihat keluar ke arah Utara, Selatan, Timur dan Barat. Pelayan sang putri membawa makanan dan minuman, menyampaikannya kepada si putri dalam keranjang dengan cara memanjat tangga yang terletak di dinding luar menara. Para pelayan ini akan diperiksa dari ujung kepala sampai kaki untuk memastikan bahwa di dalam pakaian mereka, makanan, maupun piring, tidak bersembunyi laba-laba.

Pada hari menjelang ulang tahun keenam belas Putri Monara, Khan sangat senang karena prediksi peramal tua sampai hari itu telah terbukti tidak benar. Ia ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya itu di “hari specialnya”. Lalu sang Khan pergi ke kamar sang putri dengan membawa seikat bunga. Sang Khan memberikan ciuman ucapan selamat ulang tahun kepada si Putri. Sang Khan juga memberikan buah-buahan, yang dengan senang hati diterima si putri. Dan kemudian, entah kenapa, tiba-tiba saja Putri Monara jatuh pingsan dan tidak lama kemudian meninggal dunia. Sang Khan terkejut melihatnya. Lalu sang Khan segera memeriksa hadiah yang ia bawa… dan ternyata ada laba-laba hitam di dalam hadiah yang ia bawa.

Sang Khan sangat sedih dengan kejadian itu. Dia menangis begitu keras sampai menara tersebut berguncang-guncang dan mengakibatkan bagian atas menara tersebut patah dan jatuh ke tanah. Tangisan Sang Khan menciptakan kehancuran menara seperti yang kita lihat sekarang.¬† Bagian ini lebay banget yaa? hehe…

Kalau membaca cerita ini, seolah-olah tidak asing bagi kita.  Ternyata kisah legenda dari negara yang berbeda bisa mempunyai kesamaan ide cerita.  Ada kisah seorang putri raja yang cantik, kemudian mati entah itu karena melompat dari menara, digigit binatang, bertemu pangeran dan lain-lain.  Namun di cerita ini tidak ada sosok pangeran yang muncul.  :)

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: