//
you're reading...
INSPIRASI

[INSPIRE] Gen Halilintar, Ajak 11 Anak Keliling 100 Negara

sumber foto : genhalilintarbooks.com

sumber foto : genhalilintarbooks.com

Beberapa waktu lalu ada acara TV yang menayangkan satu pasangan suami istri dengan 11 orang anaknya yang menjalani kehidupan dengan traveling ke banyak negara. Setelah disimak, ternyata kehidupan mereka sangat menarik. Ada beberapa konsep baru yang mereka perkenalkan tentang kehidupan.

Mereka tidak khawatir mempunyai banyak anak. Pendidikan untuk anak-anak tetap nomor satu dan dijalankan melalui home schooling. Mereka mengurus rumah tangga tanpa bantuan asisten rumah tangga maupun baby sitter. Mereka berbagi tugas pekerjaan rumah tangga, bahkan anak paling kecilpun juga kebagian tugas. Mereka melakukan traveling sambil menjalankan bisnis. Anak-anaknya yang kecil juga telah melakukan bisnis online.

Mereka yakin bahwa melalui berbagai pengalaman bertemu dengan banyak orang dan beradaptasi dengan berbagai budaya yang berbeda akan membantu perkembangan kedewasaan anak-anak mereka. Anak-anak mereka telah disiapkan untuk menghadapi kehidupan riil yang keras.

Pasangan traveler ini benar-benar berbeda. Mereka telah membuktikan bahwa urusan rumah tangga tidak menganggu hobi jalan-jalan bahkan saat memiliki banyak anak.

Tidak tanggung-tanggung, Lenggogeni Faruk (42) dan Muntaz Halilintar (44) mengajak serta 11 anak mereka saat menjelajah dunia.

Pasutri ini telah berkeliling dunia sejak tahun 1993. Anak tertuanya kini berusia 20 tahun, sementara si bungsu berusia 2 tahun. Mereka menikah ketika masih muda, tepatnya saat mereka masih menjadi mahasiswa di UI. Hebatnya lagi setiap bepergian mereka tidak pernah membawa pembantu atau pengasuh anak.

“Ketika traveling, setiap anak punya tugas masing-masing. Ada yang ngurus cucian, masak dan lain sebagainya,” ujar Gen (panggilan akrab Lenggogeni)

Selama berkeliling 5 benua, pasutri tersebut tidak hanya semata-mata untuk traveling, mereka juga melakukan perjalanan bisnis serta berdagang. Mereka membuka kafe dan butik di Perancis dan membuat peternakan domba di Australia. Menurut mereka orang-orang sukses zaman dahulu adalah para pengelana seperti Vasco Da Gama.

Walau selalu berkeliling dunia, mereka juga menjelaskan bahwa saat ini hidup mereka tidak nomaden. Mereka memiliki rumah di kawasan Pondok Indah. Lalu bagaimana dengan pendidikan anak-anaknya? Di situlah letak ciri khas pasangan ini. Sebagai alumnus UI, bahkan Gen kini calon doktor di Malaysia, mereka tidak membiarkan anak-anak lepas dari pendidikan. Untuk itu, mereka membuat sistem homeschooling plus.

Beberapa anak mereka memang sempat mengikuti pendidikan formal hingga SMP. Selebihnya, mereka dididik dengan metode traveling. ”Sekolah” dilakukan dalam perjalanan bisnis. Menurut Gen, ilmu lebih mudah disampaikan saat mereka bersama-sama di dalam mobil. Sebab, saat itu anak-anak tidak punya pilihan selain berfokus pada pelajaran yang diberikan.

Kisah perjalanan pasutri bersama 11 anak mereka berkeliling dunia selama 22 tahun telah dituangkan ke dalam buku berjudul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team.

Konsep hidup yang “baru dan berbeda” ini sangat inspiratif. Banyak sisi positif yang didapatkan. Tidak ada salahnya bila pasangan suami istri muda mengambil pelajaran atau mempraktekkan konsep hidup gen Halilintar ini.

Sumber : brilio.net

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: