//
you're reading...
INSPIRASI

[INSPIRE] Agustinus Wibowo, Sang Petualang

courtesy agustinus wibowo fb fanpage

courtesy agustinus wibowo fb fanpage

Bila Trinity adalah orang yang menginspirasi saya untuk melakukan traveling, maka Agustinus Wibowo adalah orang yang mempengaruhi destinasi traveling saya.  Sebelumnya saya ingin pergi mengunjungi Eropa, 7 keajaiban dunia, hidden beach atau detinasi wisata terkenal lainnya.  Setelah membaca buku-buku Agustinus Wibowo, saya mengubah arah destinasi traveling saya.  Saya mulai tertarik dengan negeri-negeri Asia Tengah, budaya-budaya di daerah perbatasan 2 negara, daerah di mana hidup suku-suku hasil percampuran darah 2 atau lebih ras suatu bangsa dan sejenisnya.

Agustinus Wibowo adalah seorang penulis dan fotografer Indonesia yang telah melakukan traveling melalui daratan selama 4 tahun. Berangkat dari Beijing, tujuan utamanya adalah ke Afrika Selatan, tetapi dia terhenti di Afghanistan dan tinggal di sana selama 3 tahun dan bekerja sebagai photojournalist. Dia telah menerbitkan 3 buku yang berjudul : Selimut Debu (bercerita tentang petualangannya di Afghanistan), Garis Batas (bercerita tentang perjalanannya di negeri-negeri Asia Tengah) dan Titik Nol (tentang rangkuman perjalanannya yang dia ceritakan kepada ibunya).

courtesy agustinus wibowo fb fanpage

courtesy agustinus wibowo fb fanpage

Agustinus Wibowo memulai travelingnya ketika dia melanjutkan kuliah di Beijing. Dia melakukan traveling ke Mongolia, dan pada hari pertama di Mongolia dia sudah kerampokan kamera. Pengalaman buruk tersebut tidak membuat dia kapok melakukan traveling. Traveling berikutnya dia lakukan ke Afghanistan, Pakistan, Nepal, India, Tajikistan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Turkmenistan.

Perjalanan Agustinus Wibowo bisa dibilang perjalanan yang bersifat petualangan. Uang yang pas-pasan membuat dia bersedia tidur di mana saja. Menumpang angkutan gratis atau menawar semurah-murahnya. Makan juga seadanya. Petualangan seperti itu hampir membuat dia celaka. Dia hampir diperkosa oleh pemilik hotel di Pakistan, diancam dibunuh di negeri-negeri Stan, menderita sakit kuning di India, hampir mati kedinginan di pegunungan Pamir dll.

Agustinus Wibowo dikarunia bakat yang sangat besar dalam penguasaan bahasa asing. Oleh kakeknya, hanya dia yang dididik keras untuk belajar bahasa Mandarin. Ketika dia protes mengapa sang kakek tidak melakukan hal yang sama pada cucu yang lain, sang kakek menjawab itu karena sang kakek melihat Agustinus Wibowo mempunyai potensi dan bakat yang besar untuk belajar bahasa. Terakhir dia melakukan perjalanan petualangannya ke Papua Nugini dan dia hanya dalam waktu sebulan sudah dapat menguasai bahasa dasar yang digunakan di Papua Nugini (Tok Pisin).

Sumber : goodreads.com

cek video youtube – nya : https://www.youtube.com/watch?v=VxgyiRGoNPU

Discussion

No comments yet.

Bagaimana pendapat Anda?

GOOGLE TRANSLATE

Discount Hotel di Bali

Daftar isi Traveler Post

Arsip Traveler Post

Hotel Murah di Agoda.com

Ikuti Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 147 other subscribers

Tiket Murah di Tiket.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: